Wanita Terhebat Di Dunia

oleh Admin / 14 Feb, 2023

wanita terhebat di dunia
Siapakah yang pantas menyandang gelar wanita terhebat ??? Ya, ialah seorang Ibu, adalah orang tua kita setelah ayah, yang sangat mencurahkan hati, waktu, tenaga, dan usianya pada anak-anaknya. Mengapa ia dikatakan sebagai seorang wanita terhebat di dalam kehidupan ??? Pengorbanan serta jasa dari seorang ibu adalah hal terbesar yang tidak pernah terbalaskan disisi seorang anak sampai kapan pun. Semua jasanya yang telah di curahkan sepenuh hati kepada anaknya sangat perlu dihargai dengan sebaik- baiknya dari seorang anak.
Seorang anak bernafas di dalam kandungan ibunya selama 9 bulan kita berada dalam perut ibu. Dan pada waktu itu juga ibu selalu dan terus menahan segala macam kesulitan, kesakitan bahkan keperihan yang ibu tanggung dengan penuh ikhlas serta kesabarannya yang besar hanya untuk sang buah hatinya kelak. Kita tidak pernah menyadari seperti kegelisahan yang di alami seorang ibu. Kegelisahan seorang ibu merupakan sesuatu yang sangat berat yang ia alami. Melalui seorang ibu kita sebagai anak dilahirkan di dunia ini. Setelah kita dilahirkan, disusui dan di rawat dengan penuh kasih sayang yang begitu keikhlasan. Dengan begitu susah payah ibu membesarkan anaknya.
Dan menjadi seorang ibu adalah kodrat yang sudah diberikan Tuhan pada setiap wanita di dunia ini dan mereka pun tidak bisa menolak kodrat yang telah diberikan. Namun kita sebagai anak yang dilahirkan dan dibesarkan bahkan kita sebagai anak tidak pernah tahu dan tidak menyadari apa yang ibu kita perjuangkan agar kita tumbuh menjadi anak yang berbakti.
Ibu menjadi titik pusat dalam setiap kehidupan berumah tangga, ketika ibu berhenti beraktivitas maka akan berhenti pula semua kegiatan di dalamnya. Seorang ibu di dalam rumah tangga memiliki banyak peranan penting. Pada dasarnya ibu adalah sekolah bagi anaknya. Ibu bisa menjadi seorang guru yang dimana mendidik dalam hal pendidikan baik dari segi agama, norma, dan adab. Dan ibu bahkan bisa menjadi seorang dokter yang dimana selalu memberikan makanan yang baik bagi anak dari segi gizi maupun nutrisi bagi anaknya agar anaknya tumbuh dengan baik dan sehat. Ibu selalu menjadi seorang yang selalu menghabiskan waktunya untuk anak – anaknya di rumah.
Sangat manusiawi ketika ibu selalu merasa lelah, capek, dan jenuh dengan segala banyaknya aktivitas yang dilakukan. Bahkan di dalam Islam seorang ibu memiliki kedudukan yang lebih utama. Dan lebih pentingnya berbakti kepada orang tua terutama pada ibu.




Dalam Al-Quran , Allah azza wa jalla berfirman :
وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbakti kepada) kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu dan hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Luqman: 14)

Dalil mengenai lebih utamanya kedudukan seorang ibu :
Dari Mu’awiyah bin Haidah Al Qusyairi radhiallahu’ahu, beliau bertanya kepada Nabi:

يا رسولَ اللهِ ! مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ : قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أباك ، ثُمَّ الأَقْرَبَ فَالأَقْرَبَ

“wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya hasan).
Dari penjelasan ayat dan dalil di atas adalah sebagai pengingat kita atas mulianya seorang ibu.
Oleh sebab itu, Ibu adalah sosok yang sangat istimewa bagi setiap anak di manapun, sebesar apapun pengorbanan atau membalas kebaikan yang dilakukan seorang anak pada ibunya tidak ada bandingannya pengorbanan ibu pada anaknya di masa kecil. Tidak heran kita sering kali mendengar istilah “ Surga di bawah telapak kaki ibu”
Namun ketika orang tua kita telah memasuki usia senjanya terutama ibu, apakah kita sebagai anak mampu untuk menjaganya dan merawatnya dengan banyak kesibukan yang kita lakukan, adakah waktu kita untuk mengurusnya di usia senjanya.
Bahwa ketika merawat ibu, kita mengingat kembali memori masa kanak – kanak, bagaimana mengasuh, merawat kita ketika kecil yang penuh dengan kasih sayangnya semuanya tercurahkan pada kita. Di saat orang tua kita ibu kita sudah sepuh, sudah seharusnya kita sebagai anak merawat dan menjaga sebaik – baiknya usaha yang kita lakukan.Bukan membiarkan bahkan menelantarkannya atau di bawa ke panti jompo.


Jangan menjadi anak yang tidak tahu diri dan durhaka. Bukan sebagai balas budi, tetapi sebagai keharusan memberikan pelayanan sebagaimana ketika kita kecil mereka yang telah merawat kita. Jadi teruslah dan selalu melakukan kebaikan kepada ibu. Jangan sampai keluar dari mulut kita kata – kata yang menyakiti hatinya dengan perkataan yang buruk. Karena ridho dari seorang ibu, ridho Allah juga. Allah selalu melihat, mendengarkan dan mengabulkan doa seorang ibu. Teruslah berbakti kepada ibu selagi masih ada.
Jika kita mau berbakti kepada orang tua, sementara mereka sudah tiada maka dengan amal sholih yang kita niatkan pahalanya untuk orang tua kita Insya Allah akan sampai juga. Dan itu sebagai realisasi sebagai anak sholih.
Dengan membantu para orang tua yang sudah renta, kita rangkul mereka..
sisihkan sebagian harta kita..
bantu mereka agar bisa menikmati masa-masa tuanya, setidaknya mereka tidak lagi terlantar di pinggir-pinggir jalan dan di bawah jembatan.
Anda bisa bantu mereka melalui link ini