Anak Yatim - Keutamaan, Hak dan kewajiban

oleh Admin / 13 Jun, 2023

Apabila mendengar kata yatim tentunya kita sudah tahu bahwa seorang anak yang di tinggal mati oleh ayahnya, dan hanya hidup dengan ibunya. Sedangkan kata yatim/yatimah itu berasal dari bahasa arab yang artinya, anak kecil yang sudah kehilangan ayahnya dikarenakan meninggal dunia. Anak yatim wajib di bantu dikarenakan kehilangan sosok atau figur ayah yang sebelumnya wajib menanggung nafkah. Namun, orang yang kehilangan ibunya wajib juga dibantu, disantuni seperti halnya anak yatim. Apalagi kalau kedua orang tuanya meninggal sekaligus.
 Yang disebut dengan golongan anak yatim adalah seorang anak ditinggal mati ayah kandung sebelum mencapai usia dewasanya. Bagi anak yang ditinggal mati ibunya, termasuk juga sebagai yatim. Anak yang ditinggal mati oleh ibunya memiliki istilah lain, yaitu ‘ajiyy/’ajiyyah’, kalau dalam bahasa Indonesia bisanya disebut Piatu. Anak yatim harus berhak mendapatkan hak asuh yang pantas, dan layak sebagai seorang anak yang telah ditinggalkan sosok ayahnya sewaktu dirinya belum mencapai usia dewasa. Dapat diketahui, menurut para alim ulama, bahwasanya anak - anak yatim adalah tanggung jawab seluruh umat muslim.
 
anak-yatim
image by pngtree
​​​

Hak anak yatim menurut pandangan Islam
  1. Dididik serta diberi makan
Anak yatim berhak mendapatkan makanan yang baik dalam sehari hari dan dididik dengan baik dan jangan pernah sekali pun menghardik anak yatim.
 
  1. Perlakukan dengan sebaiknya
Bahwa anak yang harus diperlakukan dengan baik dan layak. Dan tidak diperbolehkan melakukan tindakan yang sewenang-wenang.
 
  1. Dicukupi kebutuhannya
Berikan makan dan minum secukupnya dengan kebutuhan yang layak.
 
  1. Diberi kasih sayang
Berilah kasih sayang dengan cara mengelus kepalanya dengan penuh kasih sayang.



 
  1. Hak dalam harta
Larangan untuk membelanjakan maupun menggunakan harta yang anak yatim miliki di luar tujuan kemaslahatannya.
 
  1. Mendapat hak perlindungan
Hak anak yatim untuk mendapatkan perlindungan seperti kehidupan yang layak, baik, yakni mendapatkan pendidikan dan kebutuhan hidupnya.
 
  1. Mendapatkan hak warisan
Bagian harta waris yang diterima wajib di jaga oleh pengasuhnya. Harta tersebut akan diberikan apabila sudah dewasa.

Keutamaan menyayangi dan mencintai anak yatim
Di dalam Al-qur’an secara tegas dikatakan anak yatim sosok yang harus dikasihi, dijaga dan diperhatikan. Allah berfirman dalam Al-qur’an menyayangi anak yatim :
Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang anak yatim, katakanlah "Memperbaiki keadaan mereka adalah baik," (QS. Al-Baqarah [2]: 220).


 
  1. Meraih kesempatan menjadi teman Rasulullah di Surga kelak

Orang yang memelihara dan menjaga anak yatim akan di jamin masuk surga, berdekatan dengan Rasulullah seperti dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah.
 
  1. Mengasuh anak yatim dijamin masuk surga

Seorang yang mengasuh anak yatim akan di jamin masuk surga.
Rasulullah bersabda dalam haditsnya :
Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni." (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas)




 
  1. Mendapatkan Penghargaan Abror

Keutamaan dalam menyantuni anak yatim dan memberi makan anak yatim dan orang miskin merupakan tanda orang yang abror.
 
  1. Mendapat pertolongan dari Allah

Menolong anak yatim dalam berbagai bentuk ketulusan nyata merupakan ibadah yang akan mendapatkan pertolongan Allah.
 
  1. Menghindarkan dari siksa akhirat

Menyantuni anak yatim adalah kewajiban yang tegas – tegas dari yang Allah telah perintahkan melalui ayat dan sabda rasulnya.
 
  1. Investasi untuk akhirat

Manfaat menyayangi anak yatim sebagai tabungan atau investasi amal di akhirat kelak.
 
  1. Menggapai keuntungan dan menjadi yang terbaik

Keutamaan dalam menyantuni anak yatim merupakan salah satu bentuk ibadah.

مَنْ ضَمَّ يَتِيْمًا بَيْنَ أَبَوَيْنِ مُسْلِمَيْنِ فِيْ طَعَامِهِ وَ شَرَابِهِ حَتَّى يَسْتَغْنِيَ عَنْهُ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ              
Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan Thabrani, Shahih At Targhib Al Albani bahwa: “Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim di antara dua orang tua Muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.”
Demikianlah, di dalam ajaran agama Islam bahwa memberikan kedudukan yang lebih tinggi kepada seorang anak yatim dengan memerintahkan kaum muslim untuk melakukan perbuatan baik dan memuliakan mereka. Ajaran Islam sebenarnya mempunyai nilai sosial yang sangat tinggi.